Senin, 05 Agustus 2013

Meminyaki Kaki Tuhan Yesus

Yohanes 12:1-8

Kejadian ini terjadi “enam hari sebelum Paskah”. Itu berarti enam hari sebelum penangkapan dan penyaliban Tuhan Yesus! Kisah Maria, saudara Lazarus, meminyaki kaki Yesus menjadi pembuka sekaligus persiapan kematian Kristus. Saya merasa kisah ini baik dan tepat menjadi pelajaran bagi kita menyambut Paskah. Apa yang dilakukannya? Meminyaki kaki Yesus. Mari kita sedikit mengulang kisahnya. Hari itu di rumah Lazarus, di Betania diadakan perjamuan khusus bagi Tuhan Yesus dan saat makan, tiba-tiba Maria, adik Lazarus membawa buli-buli minyak narwastu yang mahal lalu menuangkan ke kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Apa makna perbuatan Maria ini?


1. Ini ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yesus!

Kita tentu tahu bahwa Maria telah mengalami mujizat! Ya, kakaknya, Lazarus yang telah mati empat hari dibangkitkan oleh Tuhan Yesus (Yohanes 11). Dan hari itu adalah ungkapan syukur kepada Allah dan terima kasih kepada Tuhan Yesus. Sebab itu ada perjamuan syukur. Betapa tidak Maria berterima kasih, Lazarus adalah kakak yang dikasihinya. Maria menangisi kematiannya. Di sisi lain, Lazarus adalah satu-satunya laki-laki yang merupakan pelindung dan ‘tulang punggung’ keluarga. Itu sebabnya kehadirannya sangat penting. Tepat sekali jika kita dapat menafsirkan apa yang dilakukan Maria, meminyaki kaki Yesus, adalah ungkapan terima kasihNya. Apakah Saudara merasakan kebaikan Allah dalam Tuhan Yesus? Apapun jawaban Saudara atas pertanyaan ini, Saya akan memberitahukan kebaikan Allah dalam Tuhan Yesus yang telah Dia kerjakan bagi Saudara, yaitu memberikan nyawaNya bagi kita! Pemazmur mengingatkan kita untuk tidak melupakan kebaikan Allah yang mengampuni dosa kita, yang memberikan hidup kepada kita! (Mazmur 103:1-5). Menyambut Jumat Agung dan Paskah, mari kita persembahkan ucapan syukur kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Mari kita dengan penuh ucapan syukur, bagaimanapun kondisi kita, menyambut Paskah ini dengan bersyukur dan berterima kasih atas karya dan kebaikan Allah dalam Kristus bagi kita.

2. Ungkapan kasih kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus sendiri mengetahui bahwa apa yang dilakukan Maria adalah ungkapan kasih Maria kepadaNya (ayat 7-8). Dalam pembelaanNya terhadap Maria dari kritikan yang tidak mendasar dari Yudas Iskariot, si pencuri itu, Tuhan memahami hati Maria. Mengapa Maria mengasihi Tuhan Yesus? Sederhana saja, sebab Maria dan keluarganya LEBIH DAHULU dikasihi oleh Kristus, Tuhan kita. Setiap kali Yesus mampir dan mengajar di rumah mereka (Lukas 10:38-41). Pada waktu Lazarus meninggal, Yohanes menegaskan bahwa keluarga ini sangat dikasihi Yesus (Yohanes 11:1-4). Bahkan, saat Yesus bertemu Maria, Dia sangat terharu dan menangis! Jika kita membaca 4 Injil, kita akan menukan dua kali Yesus menangis dan salah satunya melihat kesedihan Maria! Hanya hati yang tumpul yang tidak mampu merasakan kasih Yesus ini. Itu sebabnya Maria, meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang dia miliki, yang paling mahal, yang paling berharga. Bukankah Tuhan Yesus mengasihi Saudara? Mungkin sebagian Saudara, karena pergumulan hidup, bertanya “Mana buktinya?” Alkitab menjawab dengan tegas inilah bukti kasih Yesus: Dia mati di kayu salib bagi Saya dan Saudara! Dia mengasihi Saudara! Apakah kita tidak akan menyambut kasihNya? Seperti Maria menyatakan kasihnya, mari kita menyatakan kasih kita kepada Tuhan Yesus, bukan saja saat menyabut Paskah, tetapi setiap hari. Mari kita mengasihi dengan memberi dan mempersembahkan apa yang terbaik, dengan berkurban dengan kerendahan hati seperti Maria saat itu. Mengapa? Karena Kristus sudah mengasihi kita bahkan mati di kayu salib supaya kita, yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal!

3.Ungkapan iman kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberitahukan bahwa apa yang Maria kerjakan, yaitu meminyaki kakiNya adalah persiapan penguburanNya (ayat 7-8). Sulit bagi kita menentukan apakah Maria sudah tahu akan hal ini tepat, namun bukan hal yang seharusnya juga kita ragukan jika Maria adalah salah satu muid Yesus yang tekun akan pengajaranNya (Lukas 10:39). Dan salah satu ajaran Tuhan Yesus adalah tentang kemesiasan-Nya. Saat Maria mengurapi kaki Yesus dengan minyak, Maria sedang menegaskan imannya bahwa Tuhan Yesus adalah Sang Mesias, Kristus sendiri! Craig Evans, seorang Profesor arkeologi Alkitab dan ahli Perjanjian Baru menyatakan justru ini salah satu dorongan para imam kepala dan ahli-ahli Taurat menyalibkan Yesus! Kedua, keyakinan Maria akan Mesias yang menderita juga dinyatakan. Maria, melalui ‘duduk diam di kaki Yesus, mendengar pengajaranNya, melalui pengalaman mujizat yang dialaminya sehubung akan kebangkitan Lazarus dengan sendirinya menumbuhkan iman yang kokoh. Yesus adalah Tuhan, Dia adalah Mesias, Mesias yang menderita. Mari kita menyambut Paskah kali dengan bertumbuh dalam iman. Belajar firman Allah tidak dapat dihindari jika kita ingin bertumbuh kokoh. Ini saatnya menyatakan iman kita seperti Maria, wartakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat bagi siapa saja. Nyatakan iman kita dalam perbuatan dan perkataan dalam kehidupan sehari-hari bagi Kristus, Tuhan kita.

Nah, akhirnya mari kita sambut Paskah kali ini dengan penuh ucapan syukur, dengan semakinmengasihi Tuhan Yesus dan dengan iman yang semakin kokoh. Namun bukan sekedar di hati, tetapi ungkapkan seperti maria, ungkapan dalam persembahan yang terbaik, dengan kesetiaan, kasih dan mewartakan bahwa Dialah Kristus, Dialah Juruselamat. Amin

Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.