Senin, 08 Juli 2013

Jangan Putus Asa

Lukas 24:13-35

Siapa saja dapat berputus asa! Lihat saja di jalan menuju Emaus, dua orang murid Yesus, salah satunya bernama Kleopas, berjalan dengan penuh keputus-asaan. Sekalipun murid Yesus, mereka berputus asa. Bagaimana dengan Saudara? Apakah kita sedang berputus asa? Bagaimana ciri-ciri seseorang yang berputus asa? Pertama, biasanya seorang yang putus asa menjadi murung. Seperti dua murid itu, mereka berjalan dengan wajah murung (ayat 17). Kedua, putus asa menyebabkan kehilangan semangat dan harapan (ayat 19-21). Terakhir, orang yang berputus asa seringkali tidak dapat melihat Tuhan Yesus! Kleopas dan temannya tidak dapat mengenali kehadiran Tuhan Yesus yang sudah bangkit dari antara orang mati (ayat 15-16). Keputus-asaan membutakan sehingga tidak mampu melihat sekeliling dengan baik apalagi memandang Tuhan. Apakah saat ini Saudara berputus asa?

PENYEBAB KEPUTUS-ASAAN

Kisah ini bukan saja menunjukkan bahwa siapa saja dapat berputus asa, tetapi juga tentang penyebab keputus-asaan. Paling tidak ada dua hal yang menyebabkan seseorang berputus asa. Pertama, karena harapannya tidak terpenuhi. Kleopas dan mungkin murid-murid yang lain memiliki harapan bahwa Tuhan Yesus akan membebaskan mereka dan Israel dari penjajahan Roma, tetapi ternyata Dia justru mati disalibkan (ayat 19-21). Siapa yang tidak berputus asa menghadapi hal ini? Tetapi ini sebenarnya bukanlah penyebab utama! Penyebab kedua inilah yang merupakan penyebab utama, yaitu karena tidak mengenal Tuhan Yesus dan kehendakNya dengan benar. Kleopas seperti halnya para murid lainnya ‘kurang’ mengenal Tuhan Yesus secara benar. Bagi mereka, Yesus adalah Nabi dan Mesias yang seharusnya menang dan mengalahkan penjajahan Romawi, bukannya mati di kayu salib! (baca ayat 19-24). Mereka tidak mengerti kehendak Bapa dan Tuhan Yesus bahwa Tuhan Yesus harus mati untuk menyelamatkan umat manusia yang berdosa. Itu sebabnya Tuhan Yesus, yang bangkit, memperkenalkan siapa diriNya dan mengajarkan kehendak Bapa-Nya (ayat 25-27). Seringkali kurangnya pengenalan kita pada Tuhan Yesus dan kehendakNya membuat kita berputus asa. Kita tidak mengerti siapa Dia dan apa kehendaknya dalam kegagalan, tantangan dan pergumulan kita, bahkan dalam harapan-harapan kita yang tidak terpenuhi.


TERLEPAS DARI KEPUTUS-ASAAN!

Puji Tuhan, kisah ini menunjukkan bahwa TUHAN YESUS tidak mengijinkan keputus-asaan menguasai dan mengalahkan murid-muridNya! Bahkan sampai saat ini! Bagaimana mengalakan keputus-asaan?

1. Percayalah Bahwa TUHAN YESUS Yang Sudah Bangkit Selalu

Peduli Kepada Murid-murid Yang Berputus Asa (ayat 15-16).

Lihat, Tuhan Yesus yang sudah bangkit, menghampiri Kleopas dan temannya yang berputus asa (ayat 15-16). Dia tidak membiarkan murid-muridNya terpuruk dalam keputus-asaan! Ya, pertolongan selalu datang “dari atas” terlebih dahulu! Bila kita berputus asa, kita tidak dapat menolong diri kita sendiri. Kita selalu memerlukan tangan Tuhan Yesus yang sudah bangkit! Kita seperti “bejana tanah liat” yang rentan dan lemah. Itu sebabnya kita selalu membutuhkan Tuhan Yesus. Dan yang terpenting lagi, Dia bersedia, Dia mempedulikan kita yang berputus asa. Dia selalu mencari kita! Percayailah dan jangan berputus asa lagi!

2. Belajar dan Percayai Firman Tuhan (ayat 25-27).

Tuhan Yesus yang sudah bangkit, tidak hanya mencari Kleopas dan temannya yang putus asa, tetapi mengajar firmanNya! Tuhan Yesus menegur dan mengajarkan Kitab Suci tentang pribadiNya dan kehendakNya! Melalui Alkitab, kita akan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan Yesus dan segala kehendakNya. Bukankah sudah kita bahas bahwa salah satu penyebab keputus-asaan adalah tidak mengenal Kristus dan kehendakNya atas pergumulan hidup kita? Firman Tuhan bukan saja akan menumbuhkan pengenalan kita akan pribadi Tuhan Yesus dan kehendakNya, tetapi juga akan menguatkan dan mengobarkan semangat kita kembali. Hati Kleopas dan temannya berkobar-kobar ketika mendengarkan pengajaran Alkitab yang disampaikan Tuhan Yesus! (ayat 32). Bukankah dengan merenungkan Firman Tuhan setiap hari, hati kita dikuatkan, semangat dikobarkan dan sukacita kita rasakan? Mari kita merenungkan firmanNya setiap hari dan kalahkan keputus-asaan!

3. Berjalanlah Bersama Tuhan Yesus Yang Sudah Bangkit!

Kita harus mengerti hati Tuhan Yesus yang mau menyertai murid-murid! Dalam ayat 28-29,Tuhan Yesus “seolah-olah” akan pergi. Artinya, Tuhan Yesus tidak benar-benar akan pergi meninggalkan Kleopas dan temannya! Dengan tepat Kleopas dan temannya memohon, lebih tepat mendesak, agar Tuhan Yesus tinggal serta mereka. Mereka mengambil langkah yang tepat. Mari kita membangun persekutuan yang erat dengan Tuhan Yesus. Dia sudah bangkit dan hidup! Dia menyertai orang yang percaya kepadaNya. Itu sebabnya biarlah kita “mengundang” Tuhan Yesus menyertai kita dengan kehidupan yang setia beribadah, membangun saat teduh dalam doa dan perenungan akan firmanNya setiap hari. Dengan berjalan bersama Tuhan Yesus kita akan berkemenangan atas keputus-asaan.

Tuhan Yesus sudah bangkit, Dia hidup! Dia peduli kepada siapa yang berputus asa. Jangan lagi berputus asa, mari kita bangun persekutuan yang erat dengan Tuhan kita, Yesus Kristus yang sudah bangkit dan undang Dia:

Tinggal sertaku, Kawan-ku Kudus,

hampir malam jangan jalan t’rus,

tiada penolong, hanya Tuhan-ku

silahkan Tuhan tinggal sertaku


Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.