Senin, 29 April 2013

Yesus Yang Memukau

YESUS YANG MEMUKAU
IBRANI 1:1-4

Apakah Tuhan Yesus memukau Saudara? Penulis surat Ibrani menuliskan betapa tinggi dan agungnya Tuhan Yesus kepada orang-orang Yahudi Kristen. Betapa memukaunya Tuhan Yesus yang adalah penyataan Allah. Kalau dahulu Allah berbicara kepada manusia melalui para nabiNya, pada zaman akhir ini Allah berbiacara melalui Tuhan Yesus Kristus. Siapa Dia? Siapa Tuhan Yesus itu? Jika kita merenungkan siapa Tuhan Yesus, kita akan terpukau! Dan Penulis surat Ibrani ini dengan jelas menunjukkan kepada jemaat Ibrani dan juga kepada kita betapa memukaunya, Tuhan kita, Yesus Kristus!

1. Tuhan Yesus adalah Anak Allah!
Kita mungkin agak bingung dengan istilah “Anak Allah”. Istilah ini dipahami oleh para penerima surat ini, yaitu orang Ibrani (Yahudi). Itu sebabnya kita jadi bingung jika memahami istilah ini dalam budaya Indonesia. “Anak Allah” menunjukkan bahwa Tuhan Yesus setara dengan Allah! Coba perhatikan betapa marahnya orang Yahudi dan mahkama agamanya ketika Tuhan Yesus menegaskan bahwa diriNya adalah Anak Allah (Lukas 22:). Dan jikalau Yesus adalah Anak, maka Dia yang berhak menerima segala sesuatu yang ada! Jadi, tidakkah luar biasa bagi kita jika Tuhan Yesus adalah Anak Allah, Anak Bapa di sorga?

2. Tuhan Yesus adalah Pencipta.
Tuhan Yesus adalah Pencipta! “Oleh Dia, Allah menjadikan segala yang ada” kata Penulis surat Ibrani (ayat 2 bagian akhir). Ini bukan hanya isapan jempol. Rasul Yohanes menjelaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Firman Allah yang menciptakan segala yang ada (Yohanes 1-4 band. ayat 14, 18). Bukankah hanya Allah yang dapat menciptakan alam semesta ini? Jika demikian, apabila Tuhan Yesus menciptakan segala yang ada, maka Dia adalah Allah Yang Mahakuasa itu.


3. Tuhan Yesus adalah Cahaya kemuliaan Allah (ayat 3).
Hanya orang Ibrani (Yahudi) yang tahu apa itu “cahaya kemuliaan Allah”. Setiap orang Yahudi tahu bahwa cahaya kemuliaan Allah atau sekhinah glori ada di atas tutup peti perjanjian, di antara dua kerubnya (Keluaran 25:22). Disanalah Allah hadir dan menyapa umatNya pada zaman Musa. Kemudian hari cahaya kemuliaan ini terus dibicarakan para nabi, termasuk Yehezkiel. Jadi, jika Tuhan Yesus disebut “cahaya kemuliaan Allah” itu berarti Tuhan Yesus adalah kehadiran Allah sendiri!

4. Tuhan Yesus adalah Rupa wujud Allah (ayat 3).
Ya, Tuhan Yesus adalah rupa wujud dari Allah. Ketika kita memandang Yesus, kita sedang memandang Allah Bapa (Yohanes 14:8-9). Yesus adalah Sang Penyata dari Allah (Yohanes 1:18).

5. Tuhan Yesus adalah Penopang alam semesta (ayat 3).
Siapa yang menopang segala yang ada? Tuhan Yesus! Luar biasa bukan? Dia menopang segala yang ada. Hanya Allah yang sanggup menopang alam semesta dan termasuk kita! Seperti Allah mencipta dengan perkataanNya, maka Tuhan Yesus dengan firmanNya menopang segala yang ada. Bukankah ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah yang hidup?

6. Tuhan Yesus adalah Sang Penyuci dosa.
Penulis Ibrani menegaskan bahwa Tuhan Yesus begitu memukau karena karyaNya. Dia menyucikan kita dari dosa. Hanya Tuhan Yesus yang mau menyucikan karena Dia MAU menyucikan kita. Dia mengasihi kita. Sekaligus hanya Tuhan Yesus yang sanggup menyucikan kita karena hanya Yang Sempurna yang dapat menyucikan dosa. Oleh kematian Kristus, kita disucikan.

7. Tuhan Yesus adalah Sang Yang Mahatinggi!
Masih kurang memukau Saudara? Lihat tempat kedudukan Tuhan Yesus! Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Bagi orang Yahudi, ini ungkapan untuk menunjukkan tempat satu-satunya hanya untuk Allah. Bahkan ungkapan “di tempat yang tinggi” pada ayat 3 sebenarnya dalam bahasa aslinya adalah tempat mahatinggi! Suatu tempat yang paling tinggi. Tempat siapakah itu kalau bukan tempat Allah? Karena Tuhan Yesus memang Allah! Dia jauh lebih tinggi dari malaikat dan namaNya lebih indah dari nama mereka!

Tidakkah Tuhan Yesus memukau Saudara? Dialah Allah, Pencipta, Pemilik, Kemuliaan Allah, Penopang yang sempurna dan Yang Mahatinggi! Pandanglah Tuhan Yesus! Lalu apakah hanya sekedar memukau kita? Tidak, ada 3 tindakan yang seharusnya muncul dari orang-orang yang percaya dan terpesona kepadaNya. Pertama, jika Tuhan Yesus memukau kita, kita pasti mengagungkan Dia. Tidak dapat tidak, hati dan bibir kita memuji, menyembah dan memuliakan Tuhan kita, Yesus Kristus yang memukau! Kedua, seharusnya kita semakin hormat dan taat kepada Dia. Heran, apabila kita tidak menghormati dan menaati Tuhan kita yang demikian mulia. Mari kita semakin taat dan hormat padaNya. Terakhir, Saya ingin sampaikan pertanyaan ini: Apakah yang menurut kita layak menukarkan posisi Tuhan Yesus dalam hidup kita jika Dia demikian memukau kita? Berkatkah? Kesenangan dunia dan dosakah? Atau penderitaan dan pergumulan hidup? Jika Kristus Yesus begitu memukau kita tidak ada yang dapat membuat kita meninggalkan Dia. Saya ingin akhiri sebuah syair lama:

Apabila kita memandang Yesus Tuhan
Wajah yang penuh kemuliaan tiada tara

Suramlah gemerlap dunia

Menjijikkan dosa di mata

Penderitaan ringan rasanya

Bila kita memandang Dia...

Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.