Rabu, 04 Januari 2012

Sekali Selamat, Tetap Selamat

Kalimat diatas seringkali ditentang oleh banyak orang, khususnya dari kalangan Kharismatik. Mereka beranggapan bahwa orang bisa saja kehilangan keselamatannya.

Sebelum kita masuk lebih dalam, anda harus mengerti dulu tentang proses pemilihan, SELAIN ITU SAYA MEMINTA ANDA JUGA MEMBACA AYAT YANG SUDAH SAYA LAMPIRKAN dan saya pastikan bahwa ayat dibawah ini tidak saya ambil secara asal, tetapi sesuai dengan konteks ayat tersebut. Pemilihan Allah yang saya anut berbeda dengan pemilihan yang dianut oleh Gereja Reformed.


Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Ef 1:4) Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya (Gal 1:15)Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap (Yoh 15:16)

Ada banyak sekali ayat tentang pemilihan Tuhan. Dengan banyaknya ayat tentang pemilihan, maka kita sama sekali tidak boleh menolak konsep bahwa TUHAN sudah memilih orang untuk diselamatkan.

Lalu apakah pemilihan Tuhan didasarkan terhadap pilihan yang membabi buta. Tentu saja tidak. Allah adalah Allah yang maha tahu. Artinya, Dia sudah tahu apa yang akan anda lakukan 10 tahun depan. Dia bahkan sudah tahu apa yang cucu anda lakukan pada usia 20 tahun, walaupun saat ini anda tidak mempunyai cucu.

Artinya, Tuhan tahu tentang kisah hidup anda. Dia sudah tahu apakah pada akhir hidup kita nanti, kita tetap setia atau tidak. Pengetahuan Allah akan masa depan inilah yang membuat Dia memilih orang yang akan diselamatkan dengan alasan bahwa Allah sudah tahu bahwa orang itu akan setia sampai pada akhirnya.

Jadi ketika anda masih dalam kandungan, Tuhan sudah mengetahui apakah nantinya anda adalah orang yang setia atau bukan. Dan karena Allah tahu bahwa anda adalah orang yang setia, maka Allah menetapkan anda sebagai orang pilihanNya untuk diselamatkan.

1 Petrus 1:2 "yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu." Dalam terjemahan King James Version (KJV) "Elect according to the foreknowledge of God the Father, through sanctification of the Spirit, unto obedience and sprinkling of the blood of Jesus Christ: Grace unto you, and peace, be multiplied."

 Kata "Elect according to the foreknowledge" merupakan terjemahan yang tepat dari Alkitab bahasa asli (Yunani). Kalimat ini jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia berarti "Dipilih berdasarkan Foreknowledge".

Kata "Forknowledge" memiliki dua arti yaitu "ramalan" atau "pengetahuan akan masa depan". Jadi jelas sekali bahwa pemilihan yang dilakukan Tuhan adalah karena pengetahuanNya terhadap apa yang akan kita lakukan di masa depan.

Jadi pengertian kata "dipilih" bukan menunjuk kepada arti yang sesungguhnya karena Tuhan memilih kita untuk diselamatkan karena pengetahuan yang dimilikiNya terhadap apa yang akan kita lakukan di masa depan. Jadi jelas bukan karena pilihan yang tanpa alasan sama sekali. 

Ada banyak juga pertanyaan "Kalau begitu, Tuhan juga sudah menetapkan orang yang akan dibinasakan donk?" Jika ada orang yang ditetapkan untuk dibinasakan, itu bukan karena Tuhan yang sudah memilih Dia dengan pemilihan yang membabi buta. Tetapi karena Tuhan sudah tahu bahkan sebelum orang itu lahir bahwa dia bukan orang yang setia.

KESIMPULAN
Sangat jelas bahwa pernyataan "Sekali selamat, tetap selamat" sangat benar dan Alkitabiah. Hanya saja pemahaman yang berkembang saat ini adalah pemahaman yang salah. Banyak orang yang menganggap bahwa kalau mereka sudah ditetapkan untuk selamat, maka mereka bebas berbuat dosa.

Memang sangat benar bahwa seberapa dosapun anda, Tuhan tidak akan mengubah suasana hatinya untuk anda. PERCAYALAH, selama anda percaya kepada Yesus maka Allah tidak akan pernah memandang dosa anda. Seandainya Ia masih memandang dosa anda, maka sia-sialah pengorbanan Yesus.

"Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!" (Rom 6:15).

Saya hanya mau meyakinkan anda, bahwa Yesus rela mati bagi dosa bahkan bagi dosa yang belum anda lakukan dan bahkan juga bagi dosa orang yang belum lahir sekalipun. Dia menjamin keselamatan anda selama anda tetap setia percaya kepada Yesus.