Jumat, 25 November 2011

Ada orang Kristen yang setuju dengan hari Natal, ada yang menolak karena berasal dari perayaan orang kafir. Bagaimana sikap kita ?

Ada orang Kristen yang setuju dengan hari Natal, ada yang menolak karena berasal dari perayaan orang kafir. Bagaimana sikap kita ?


Latar Belakang Perayaan Natal

A. Asal Kata

Natal = Lahir

Christmas = Christ adalah Kristus

Mass adalah Masal / orang banyak merayakan

Yang dimaksudkan disini adalah merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus sebagai manusia



B. Tanggal

Tidak ada yang dapat memastikan tanggal berapa Yesus sebagai manusia lahir.

- Ephiphanius dan Gereja Orthodox Timur merayakan tanggal 6 January.

- Gereja Armenian merayakan tanggal 19 January

- Clement Alexander tanggal 20 April

- Lain - lain (berdasarkan berbagai perhitungan ilmiah dan matematis) 20 Mei

- Kaisar Constantine mulai merayakan Natal pada tanggal 25 Desember pada tahun 325 (menggantikan hari raya kafir).




C. Asal Usul :

Ada banyak unsur - unsur penyembahan berhala dan kekafiran masuk dalam tradisi ini sehingga akhirnya menjadi Natal jaman sekarang seperti dikenal oleh orang - orang kafir misalnya pohon natal, lampu - lampu, hadiah - hadiah, obral , pesta pora, mabuk - mabukan / minum minuman beralkohol, dansa dll.



Pertimbangan Firman Tuhan

1. Sebagai Anak manusia, Yesus memang memiliki tanggal lahir. Tetapi sebagai Allah Dia ada dari kekal sampai kekal; Bapa yang Abadi, Allah yang kekal.

Yesaya 9:5 (atau ayat 6 di beberapa versi terjemahan Alkitab) misalnya menyebutkan bahwa bagi kita seorang anak dilahirkan tetapi kemudian disebutkan bahwa namanya disebut Ajaib, Penasehat, Allah perkasa, Bapa yang abadi, Raja Damai. Jadi sebagai manusia memang dilahirkan sebagai seorang anak, tetapi sebagai Allah Yesus adalah Allah yang kekal.

2. Ulang Tahun Yesus tidak pernah dirayakan baik oleh orang tuanya, Yesus sendiri maupun para rasul ataupun oleh gereja mula - mula.

Bahkan Alkitab tidak pernah mencatat perayaan ulang tahun oleh tokoh - tokoh Alkitab yang berada di pihak Allah. Memang ada beberapa perayaan ulang tahun yang ditulis di Alkitab, tetapi untuk memperingati hari kelahiran musuh - musuh Allah (Firaun, Herodes dll).

2.a. Mengapa Para Tokoh Alkitab Tidak Merayakan Ulang Tahun ?

A. Bukan Karena Tidak Tahu

Tradisi ulang tahun sudah dikenal jauh ke belakang. Alkitab mencatat peristiwa ulang tahun Firaun (Kejadian 40:20) sedangkan penemuan arkeologis mencatat prasasti atau catatan kelahiran seseorang jauh sebelum jaman peradaban mesir.

B. Bukan Karena Tidak Punya Uang

Abraham, Daud, Salomo, dan Daniel adalah tokoh - tokoh yang Tuhan berkati dengan harta berlimpah tetapi tidak tercatat mereka mengadakan pesta ulang tahun.

2.b. Lalu Mengapa Mereka Tidak Merayakan Ulang Tahun ?

Memang Alkitab tidak menjelaskan dengan jelas mengapa mereka tidak merayakan hari ulang tahun. Sepertinya hari kelahiran bagi mereka bukanlah sesuatu yang pantas dirayakan kecuali untuk menandai umur seseorang saja (sewaktu Yesus berulang tahun ke 12, sesuai adat Yahudi Yesus disunat).

2.c. Apakah Merayakan Hari Ulang Tahun itu Berdosa ?

Tidak, bahkan peringatan hari ulang tahun adalah wahana yang sangat baik untuk memuliakan Tuhan. Biasanya sanak saudara datang berkumpul. Beberapa rekan saya menggunakan ini untuk mengadakan ibadah kecil dimana Allah dimuliakan dan Injil diberitakan. Dan mereka tidak dapat menolak untuk menghormati yang berulang tahun ^-^

3. Perayaan Natal Sudah Terlanjur Masuk Dalam Tradisi Kristen

Hampir di seluruh dunia termasuk di Palestina, hari Natal adalah hari libur dan diakui oleh semua orang tanpa perduli agama mereka sebagai peringatan hari kelahiran Yesus Kristus. Hal ini sebagaimana hal - hal lainnya percuma untuk ditiadakan atau diubah karena ini sudah menjadi tradisi yang mengakar jauh ke dalam.



4.a. Apakah Natal Dapat Dipakai Untuk Memuliakan Tuhan ?

Banyak hal kafir yang dapat disucikan untuk kemuliaan Tuhan. Sebagian Mazmur Daud adalah lagu - lagu pop bangsa Filistin yang diganti syairnya untuk memuliakan Tuhan. Atau juga kota Yerikho (artinya secara harafiah adalah terkutuk) yang direbut oleh Yoshua sebagai langkah awal pendudukan tanah perjanjian (kemudian Yerikho menjadi simbol kemenangan).

I Tawarikh 18:1-11, Daud merampas Gat dan kota - kotanya dari orang Filistin dan semua emar - emas dan permata yang diperoleh dikuduskan dan dipakai kemudian untuk membangun Bait Allah.



4.b. Dasar - Dasar Dan Kerangka Perayaan Natal Dari Alkitab

Sebagai :

1.

Saat untuk menyembah dan memuji Tuhan karena pada hari lahirNyapun Malaikat bernyanyi dan memuji Tuhan. (Lukas 2:13-14)
2.

Saat untuk mengabarkan bahwa Yesus Kristus memang pernah lahir dan ini bukan dongeng.
3.

Saat uutuk memberitakan keselamatan karena pada hari itu diperingati kelahiran Juru Selamat Dunia. Ini adalah kesukaan terbesar bagi semua orang yang percaya. Malaikat memberitakan ini kepada para gembala. Sekarang kitalah yang harus memberitakannya. (Lukas 2:10-11)

Sikap Yang Benar

1.

Natal adalah sarana penginjilan yang luar biasa karena sudah identik dengan kekristenan itu sendiri. Semua yang merasa dirinya Kristen pasti datang kebaktian / misa di Hari Natal. Jangan merasa tertuduh, ambil kembali perayaan Natal untuk kemuliaan Tuhan. Bawa kado jiwa - jiwa dan semua yang terbaik untuk Tuhan Yesus.
2.

Bukan Hari Suci Umat Kristiani. Hari suci tidak lagi relevan di jaman perjanjian baru ini, tetapi semua hari yang ada sepanjang tahun adalah hari dimana kita mengkuduskan diri di hadapan Tuhan senantiasa. Tidak ada berkat khusus di hari natal, jadi jangan di dewakan seperti umat kristiani yang tidak mengenal Tuhan (harus datang di hari Natal dan Paskah).
3.

Jangan merayakannya seperti orang dunia berpesta pora. Ingat ini untuk kemuliaan Tuhan, jadi jangan dikotori dengan pesta pora dan kenajisan lainnya.
4.

Bukan sarana untuk mengeruk keuntungan pribadi. Banyak hamba Tuhan menjadikan event ini sebagai kesempatan panen. Banyak jemaat berebut jabatan dan posisi di kepanitiaan Natal. Tetap layani Tuhan dengan kudus dan penuh kerendahan hati. Jangan memilih melayani di tempat yang "empuk", dan jangan "memasang tarif" semata karena kelangkaan Hamba Tuhan di saat - saat Natal. Juga para pemilik usaha katering yang juga orang percaya, jangan memasang harga yang kelewatan untuk sebuah "proyek" Natalan gereja.
5.

Kesempatan yang luar biasa untuk menunjukkan kasih kita pada sesama.